Hubungan Internasional, Indonesia, Review

Pembangunan Negara Berkembang


Perkembangan dunia ketiga atau dikenal negara-negara berkembang, seharusnya menjadi topik yang menarik bagi warga negara berkembang seperti Indonesia. Negara berkembang sendiri muncul ketika dekolonisasi, dimana sejak itu negara-negara baru muncul dan mendapatkan kemerdekaan. Baik dari perjuangan rakyat sendiri atau hadiah yang diberikan negara koloni. Sedangkan negara maju biasanya negara-negara kolonial yang menjajah negara-negara berkembang. Tetapi seiring perkembangan waktu, negara-negara maju mulai muncul dari negara-negara dunia ketiga, seperti salah satu nya Singapura. Untuk mengkaji pembangunan negara berkembang tersebut, biasanya dalam Hubungan Internasional dibahas dengan Ekonomi Politik Internasional. Terdapat tiga pendekatan dalam Ekonomi Politik Internasional yang bisa menjelaskan pembangunan dan keterbelakangan yang terjadi di negara dunia ketiga.

  1. Ekonomi Liberal

Pendekatan Ekonomi Liberal merupakan pelopor pemikiran pembangunan di Barat, dengan salah satu teori nya modernisasi. Teori ini berpendapat bahwa negara berkembang seharusnya mengikuti proses pembangunan yang sama seperti negara maju di Barat. Proses tersebut diawali dari masyarakat tradisional, pra-industri, agraris dan menuju masyarakat modern. Salah satu tokoh teori modernisasi W.W Rostow mengungkapkan bahwa perubahan dari tradisional menuju modern, dicirikan dengan peningkatan investasi dalam nilai minimum 10% dari Produk Nasional Bruto.

Hal ini juga ditegaskan oleh Kaum ekonomi liberal bahwa pembangunan harus diikuti oleh keterbukaan ekonomi yang didasarkan pada pasar dan bebas dari campur tangan politik, sehingga investasi akan mudah masuk dan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan disebuah negara. Selain itu, kedekatan hubungan yang dilakukan pasar negara-negara berkembang dengan negara-negara maju juga memberikan dampak positif pada pembangunan dan perdagangan luar negeri ini merupakan jalan untuk melakukan ekspansi pasar menuju sektor modern.

Singkatnya menurut pandangan ekonomi liberal, negara berkembang perlu menuju masyarakat modern, dengan ada nya pasar yang bebas dan terpisah dari campur tangan politik, perdagangan luar negeri, dan investasi.

2. Neo-Marxis

Pendekatan selanjutnya merupakan pendekatan yang kerap mengkritik pendekatan ekonomi liberal, yaitu Neo-Marxis. Kaum Neo-Marxis dalam hal pembangunan menggunakan teori dependensi atau ketergantungan, dimana teori ini memberikan analisa untuk negara-negara berkembang untuk dapat bertahan melawan serangan kapitalisme yang mengglobal. Teori dependensi menekankan pada penyebab terjadinya keterbelakangan yang menurut teori ini disebabkan oleh sistem kapitalis global, sehingga otomatis mengharuskan negara-negara berkembang tunduk pada sistem. Oleh karena nya, menurut pendekatan ini dalam menanggulangi keterbelakang tersebut, negara-negara berkembang perlu membatasi bahkan menghentikan hubungannya dengan pasar kapitalis atau dominasi eksternal.

3. Merkantilisme

Pendekatan yang terakhir yaitu Merkantilisme, pendekatan ini memberikan pandangan yang seimbang antara ekonomi liberal dan neo-marxis. Merkantilisme melihat dengan tidak ada nya intervensi negara terhadap pasar akan besar kemungkinannya terjadi kegagalan pasar seperti terjadinya monopoli sehingga teori ini menentang pandangan kaum ekonomi liberal. Namun, merkantilisme juga menyadari bahwa intervensi negara yang sangat besar terhadap pasar akan menyebabkan kegagalan birokrasi seperti biaya tinggi dan ketidakefisienan.

Pandangan lainnya yaitu pada Perusahaan Transnasional, menurut Merkantilisme perusahaan transnasional dapat menguntungkan pembangunan tapi juga dapat menggagalkan. Ketika perusahaan transnasional masuk ke negara lemah dengan perekonomian lokalnya lemah, maka perusahaan tersebut akan mendominasi dan menjadi monopolis lokal. Tetapi sebaliknya, jika perusahaan transnasional masuk ke negara yang kuat dengan industri lokal yang juga kuat, maka perusahaan transnasional dapat membantu peningkatan industri lokal dan teknologi negara tersebut.

Oleh karena nya, pandangan kaum merkantilisme terhadap pembangunan di dunia ketiga, mengusulkan negara-negara berkembang untuk memiliki pemerintahan politik yang kuat yaitu pemerintahan yang bersih dari KKN. Sehingga pemerintah dapat melakukan intervensi terhadap pasar yang dapat meningkatkan perekonomian. Pola ini bisa terlihat dari keberhasilan pembangunan Korea Selatan dan Taiwan. Singkatnya, pandangan ini mengharuskan negara berkembang memiliki pemerintah politik yang bersih dan kuat.

Ketiga pandangan diatas telah menghasilkan pemikiran-pemikiran yang berbeda dan usulan-usulan variatif terhadap pembangunan dunia ketiga. Apakah kita harus membiarkan pasar yang mengelolah perekonomian, Apa pasar seharusnya dipegang oleh pemerintah politik, atau seharusnya kita memperbaiki dahulu birokrasi pemerintahan. What do you think?.

Ditulis oleh: Virzah Syalvira

Sumber: diolah dari Buku Robert Jackson & Georg Sorensen, Pengantar Studi Hubungan Internasional, hal 257-266.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s