Hubungan Internasional, Indonesia

Hubungan Bilateral Indonesia – Chile (Politik)


Chile merupakan sebuah negara di Amerika Selatan yang berbatasan langsung dengan Meksiko. Kemerdekaannya dideklarasikan pada 1810 dari kolonialnya Spanyol, namun Chile belum mendapatkan kemerdekaan secara penuh dari Spanyol hingga tahun 1818. Pada 1932 untuk pertama kalinya Chile melaksanakan pemilihan umum secara demokrasi yang bertahan hingga 1973. Pada 11 september 1973, Militer Chile berada dibawah kendali Augusto Pinochet untuk menurunkan pemerintahan sebelumnya, dan mengambil alih kekuasaan negara. Sejak itu, pemerintah Chile berubah menjadi pemerintahan ditaktor  hingga tahun 1990 dan berlangsung selama kurang lebih 20 tahun. 

Tidak jauh berbeda dengan pemerintahan Indonesia di masa Presiden Soeharto, Chile pada periode ini juga telah menghasilkan banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia. Tetapi di masa pemerintahan yang ditaktor ini, Chile mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat antara tahun 1976 – 1981. Namun, pada 1981-1984 Chile mengalami krisis perbankan yang menyebabkan demonstrasi besar. Demontrasi ini telah memicu kelompok masyarakat sipil Chile untuk lebih aktif dalam mengkritik kebijakan rezim Pinochet, dan partai-partai politik mulai muncul kembali untuk menantang pemerintah. Sehingga pada tahun 1988 kelompok dan partai-partai berkoalisi menentang pemilihan kembali Pinochet dan meminta pemilihan umum 1989 .

Setelah Chile kembali dalam pemerintahan yang demokrastis, pemerintahannya mengalami tantangan-tantangan. Tantangan ini datang dari para elit semasa pemerintahan ditaktor, ditambah lagi dengan semakin kuatnya militer Chile dan Pinochet yang tetap menjadi kepala militer hingga 1998 dan menjadi lifetime senator hingga 2002 . Disamping banyaknya tantangan tersebut, pemerintahan ini dapat mereformasi ekonomi, sosial dan politik. Reformasi politik di Chile dilakukan pada tahun 2005, dengan terjadinya perubahan-perubahan yaitu penghapusan senator yang unelected dan lifetime, serta membentuk kontrol sipil terhadap militer. Sehingga Chile berhasil menstabilkan politiknya hingga sekarang . Disamping reformasi dalam pemerintahan, Chile juga berusaha untuk menyelesaikan masalah hak asasi manusia yang terjadi selama periode ditaktor, dengan membentuk lembaga berwenang khusus dalam menyelesaikan ini.

Demokrasi Chile semakin stabil dan menjadi lebih baik lagi pada tahun 2010. Terjadi pemilihan umum, pemulihan kembali hak asasi manusia, menurunnya angka kemiskinan dan dieliminasinya provinsi-provinsi yang tidak demokrasi. Pada tahun 2013 pemerintahan Chile berjanji akan mengurangi ketidakseimbangan, mempromosikan mobilitas sosial dan meningkatkan servis publik. Menjalankan tiga pilar dasar yaitu mereformasi pendidikan, reformasi fiskal dan reformasi konstitusional .

Bentuk negara Chile sendiri adalah negara Republik, dipimpin oleh kepala negara dan dibantu oleh menteri-menteri. Presiden dipilih secara langsung melalui pemilihan umum untuk masa jabatan 4 tahun dan tidak dapat dipilih kembali. Kekuasaan legislatif berada ditangan Kongres Nasional yang terdiri dari senat beranggotakan 38 orang dan parlemen yang terdiri dari 120 anggota parlemen. Sistem pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Dasar tahun 1980 adalah negara kesatuan yang dibagi ke dalam región-region yang terdiri dari 15 region dan 1 kota metropolitan Santiago. Kemudian propinsi-propinsi dibagi menjadi komuna-komuna .

Chile pada saat ini dikenal sebagai salah satu negara paling stabil di Amerika Selatan dan negara yang makmur. Negara yang bebas dari permasalah politik seperti kudeta dan pemerintah yang sewenang-wenang . Chile telah mendapatkan pengakuan secara internasional sebaga negara demokrasi yang stabil, dan pada bulan Januari 2014 Chile menjadi dewan keamanan tidak tetap PBB . Hubungan bilateral Chile dengan negara-negara lain juga berlangsung dengan baik terutama dengan negara-negara demokrasi lainnya.

Politik luar negeri Chile bertujuan untuk meningkatkan kerja sama politik dan keamanan internasional serta turut memelihara perdamaian internasional. Chile memiliki empat komponen penting dalam kebijakan luar negerinya yaitu dialog politik, kerjasama ekonomi dan perdagangan, menghormati hasil konsesus dan mendukung gagasan pembentukan dunia yang multipolar. Selain itu, Chile melaksanakan prinsip-prinsip kebijakan luar negerinya dengan menjalin hubungan dengan semua bangsa dan negara .

Oleh karenanya terbentuklah hubungan bilateral Indonesia dengan Chile yang memiliki hubungan baik dengan dibukannya kekonsuleran sejak tahun 1965. Hubungan baik antara semasa negara demokrasi ini juga ditandai dengan adanya saling kunjung pada tingkat kepala negara dan pejabat tinggi yang mana terjadi pada tahun 2004. Bahkan kedua negara juga telah memberikan saling dukungan kepada pencalonan keanggotaan di berbagai badan atau organisasi internasional. Indonesia dengan Chile juga merupakan negara anggota G-15, G-77, GNB dan APEC, serta keduanya ikut serta dalam FEALAC .

Indonesia dan Chile juga berupaya meningkatkan hubungan dengan menandatangani “Memorandum of Understanding Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Chile on the Establishment of Bilateral Consultations” di Santiago, tanggal 25 Maret 2002 yang masih terus berlaku hingga saat ini . Sebelumnya perjanjian-perjanjian yang terjadi antara Indonesia dengan Chile yaitu:

  • 1987 Memorandum of Understanding on Trade,
  • 1987 Basic Agreement on Technical Cooperation,
  • 1994 Trade Agreement, 1994 Joint Statement regarding Investment,
  • 1995 Agreement on Telecommunications,
  • 2002 Memorandum of Understanding for the Establishment of a Political Consultation Mechanism,
  • 2003 Memorandum of Understanding on Cooperation in the Marine field and Fisheries,
  • 2004 Agreement on Economic and Technical Cooperation, dan
  • 2008 Memorandum of Understanding for the Establishment of a Joint Committee on Economic and Technical Cooperation between both countries .

Dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Chile, kedua negara kerap sekali melakukan pertemuan bilateral di acara-acara internasional. Seperti yang terjadi pada tahun 2010 ketika KTT APEC di Yokohama, pertemuan ini membahas peningkatan hubungan dengan kemungkinan kerja sama penanganan bencana alam dan kerja sama ekonomi . Pada tahun 2011 juga terjadi pertemuan Forum Konsultasi Bilateral Indonesia Chile ke-3 yang diadakan di Bali di saat KTM GNB ke-16, dalam pertemuan tersebut disepakati revitalisasi kerja sama dalam bidang perikanan dan kelautan serta upaya tindak lanjut atas studi kelayakan FTA Indonesia-Chile .

Kemudian ditahun yang sama dilaksanakan pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Chile di saat KTT APEC 2011 di Honolulu untuk membicarakan kembali disaster management, pembukaan akses pasar melalui FTA dan TPP, keinginan Chile untuk berinteraksi dengan ASEAN, kerja sama dalam menanggulangi krisis pangan dan saling memberikan dukungan dalam organisasi internasional . Pada tingkat legislatif juga telah terbentuk Kelompok Antar Parlemen Chile-Indonesia pada 21 April 2011 . Hubungan bilateral antara Chile dan Indonesia semakin meningkat dalam hubungan perekonominaan dan perdagangan.

Referensi: 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s