Uncategorized

Hubungan Demokrasi, Pancasila, dan Islam


Agama hal yang diyakini datang dari Tuhan, khususnya Islam bukan dibuat dari pemikiran manusia, sedangkan demokrasi sudah jelas merupakan produk dari pemikiran para manusia. Islam pun muncul dari Arab dan berkembang pesat di Selatan, sedangkan demokrasi muncul di Yunani yang berkembang pesat di Eropa (utara). Bisa dikatakan agama atau khusunya Islam lebih menitikberatkan untuk mencari rujukan sabda Tuhan, dan mendapatkan keterangan-Nya. Sedangkan demokrasi lebih memikirkan persoalan manusia, masyarakat atau kehidupan duniawi.

Sehingga pembahasan mengenai Islam dan Demokrasi sering kali memunculkan berbagai pertanyaan, dan pandangan pada segelintir orang atau kaum cendekiawan, karena perbedaan-perbedaan diatas. Namun, seyogyanya agama dan demokrasi tetap saling berkaitan karena mereka berhubungan langsung dengan manusia. Agama merupakan respons manusia terhadap Tuhannya, sedangkan demokrasi merupakan respons dan tatakrama manusia sebagai makhluk social dalam konteks pergaulan dengan sesamanya.[i]

Terdapat tiga pandangan tentang Islam dan  demokrasi : Pertama, Islam dan demokrasi dua sistem politik yang berbeda, Kedua, Islam berbeda dengan demokrasi apabila demokrasi didefinisikan secara procedural seperti dipahami dan dipraktikkan di negara-negara Barat.Ketiga, Islam adalah sistem nilai yang membenarkan dan mendukung sistem politik demokrasi seperti yang dipraktikkan di negara-negara maju.[ii] Dari ketiga pandangan tersebut, pandangan ketiga lah yang paling sejalan dengan pemikiran banyak orang sekarang, atau rakyat Indonesia. Bahkan berhubungan dengan sistem pemerintahan Indonesia yang termasuk kedalam paradigma simbiotik.

Islam sendiri pada kenyataanya telah menerapkan nilai-nilai demokrasi sejak zaman Rasulullah. Terjadi saat peristiwa Aqabah 1 dan 2, dimana Rasulullah dipilih menjadi imam oleh utusan dari Madinah. Setelah Rasulullah wafat pun, sistem pemilihan Khulafaur Rasyidin dilakukan dengan cara musyawarah, seperti hal nya demokrasi pemilihan dilakukan oleh para wakil suku dan golongan. Jelaslah bahwa Islam pun sudah memiliki nilai-nilai demokrasi sejak zaman dahulu, namun kembali lagi pada kenyataannya demokrasi lebih dikenal muncul dari pemikiran barat.

Dengan kata lain, demokrasi dan Islam menurut saya memang saling berhubungan. Demokrasi memang bukan berasal dari dunia Islam, karena demokrasi sendiri telah diterapkan sejak 2500 SM jauh dari kemajuan peradaban Islam. Namun Islam sebagai agama yang paling sempurna, dengan berbagai syariatnya telah memiliki nilai-nilai demokrasi, walaupun tidak secara langsung mengajarkan praktek demokratis. Karena Islam tidak hanya membahas masalah seperti ini saja, atau demokrasi saja. Bagaimanapun Islam juga ingin mewujudkan ketentraman bagi umatnya.

Pancasila adalah ideologi Indonesia, dimana pancasila adalah sebuah dasar atau tiang penompang negara untuk mewujudakan Indonesia yang maju. Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup Bangsa dan Dasar Negara Republik Indonesia.[iii] Pancasila merupakan hal yang universal untuk Indonesia, dan Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh yang mengikat seluruh rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan pancasila adalah cerminan dari beragam budaya dan karakter bangsa Indonesia yang telah berlangsung berabad-abad lampau.

Indonesia menganut sistem demokrasi pancasila, tidak seperti negara Amerika yang memakai demokrasi liberal. Demokrasi pancasila, demokrasi berdasarkan pancasila, nilai-nilai pancasila tidak lepas dari demokrasi dan sebaliknya. Dalam artian, walaupun Indonesia memakai sistem demokrasi, bukan berarti bebas tanpa batas, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab sesuai dengan pancasila. Bahkan pelaksanaan demokrasi pancasila dilandaskan pada konstituisme, hal itu dapat kita lihat pada pembukaan UUD 1945: “…disusunlah Kemerdekaan dan Kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar…”.

Hubungan pancasila dengan Islam juga terjadi berbagai polemik, banyak yang berpikir bahwa Pancasila tidak sesuai dengan Islam dan dianggap pancasila ada sekularistik. Padahal kalau kita melihat sejarahnya, munculnya pancasila juga melibatkan tokoh-tokoh islam. Walaupun memang pada perumusan pancasila tersebut, juga terjadi banyak perdebatan mengenai Pancasila dan Islam. Tetapi hal itu langsung disepakati dengan digantikannya “tujuh kata” dalam Piagam Jakarta dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam pancasila, sehingga para tokoh-tokoh Islam setuju bahwa pancasila tidak bertentangan dengan Islam.

Kelima sila pancasila tersebut yang saling berkaitan dan secara tidak langsung sebenaranya memiliki nilai-nilai Islam didalamnya. Bahkan sebenarnya pancasila dengan Islam sangat erat hubungannya, yang dimana sila-sila pancasila merupakan hasil dari penggalian beragam etnik Nusantara yang memeluk islam, menurut Abdul Hadi W.M.

Maka dari itu secara tidak langsung, sebenarnya Demokrasi, Pancasila, dan Islam saling berkaitan satu sama lain di Indonesia. Karena di dalam Islam nilai-nilai demokrasi dan pancasila sebenarnya ada, hanya saja tidak secara sistematis atau secara langsung nilai-nilai itu diwujudkan.

Tidak lagi mempertentangkan pancasila dengan agama, tidak mengidentikan pancasila dan agama, tidak memisahkan pancasila dengan agama adalah cara-cara yang tepat untuk memadukan agama dengan pancasila. Memang pancasila bukan agama, dan agama bukan pancasila namun kaidah-kaidah dalam pancasila tidak bertentangan dengan Islam, bahkan saling mendukung. Oleh karena itu cara memadukan nilai-nilai atau pandangan Islam terhadap pancasila dan demokrasi adalah dengan sikap saling pengertian, keterbukaan, dan saling menghargai untuk menjalin hubungan antara pancasila, demokrasi dan Islam.


[i] Nurcholish Madjid, dll. , Demokratisasi Politik, Budaya dan Ekonomi (Jakarta,1994), hal.189.

[ii] A. Ubaedillah & Abdul Rozak, Pancasila, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani (Jakarta, 2012), hal.  86.

[iii] Soehardjo, Beberapa Pemikiran Tentang Hukum, Konstitusi, dan Demokrasi (Semarang, 1991), hal.7.

Referensi :

  1. Iqbal, Muhammad. 2009. Demokrasi dan Islam, (online), (http://jurnal-politik.blogspot.com/2009/06/demokrasi-dan-islam.html, diakses 10 November 2012)
  2. Madjid, Nurcholish, dll. 1994. Demokratisasi Politik, Budaya dan Ekonomi. Jakarta : Yayasan Paramadina.
  3. Soehardjo. 1991. Beberapa Pemikiran Tentang Hukum, Konstitusi, dan Demokrasi. Semarang: Dahara Prize
  4. Ubaedillah, A. Rozak, Abdul. 2012. Pancasila, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani. Jakarta : Prenada Media Group.

 

Create by : Virzah Syalvira, Hubungan Internasional 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s